Tradisi Baritan atau Kupatan Padukuhan Kalisonggo Tahun 2026 Digelar di Bulak Plalangan

Daftar Isi
Tradisi Baritan atau Kupatan Padukuhan Kalisonggo Tahun 2026 Digelar di Bulak Plalangan
Warga Padukuhan Kalisonggo mengikuti Tradisi Baritan atau Kupatan di Bulak Plalangan pada Selasa Kliwon, 7 Juli 2026.
Warga Padukuhan Kalisonggo menikmati kupat dan pelas bersama seusai doa dalam Tradisi Baritan (Kupatan) di Bulak Plalangan, Selasa Kliwon (7/7/2026).

Kalisonggo – Warga Padukuhan Kalisonggo, Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, kembali melaksanakan Tradisi Baritan atau Kupatan pada Selasa Kliwon, 7 Juli 2026, di Bulak Plalangan. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini diikuti oleh masyarakat sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya menjaga kebersamaan dan kelestarian budaya lokal.

Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke lokasi dengan membawa kupat dan pelas, hidangan khas yang selalu hadir dalam pelaksanaan Baritan di Kalisonggo. Suasana penuh keakraban tampak ketika masyarakat berkumpul dan saling bertegur sapa sebelum rangkaian acara dimulai. Kehadiran warga dari berbagai kalangan mencerminkan semangat gotong royong dan kekeluargaan yang masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat.

Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Rois Padukuhan Kalisonggo. Dalam doa tersebut, warga memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, keberkahan, serta hasil pertanian dan peternakan yang baik. Doa bersama juga menjadi ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diterima sekaligus harapan agar kehidupan masyarakat tetap tenteram dan sejahtera.

Setelah doa selesai, warga menikmati kupat dan pelas yang telah dibawa dari rumah masing-masing. Makan bersama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Tradisi Baritan, karena menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, dan membangun kebersamaan antarsesama warga. Suasana sederhana namun hangat tersebut menjadi gambaran nyata nilai-nilai sosial yang terus dipelihara oleh masyarakat Kalisonggo.

Bagi warga Padukuhan Kalisonggo, Tradisi Baritan atau Kupatan bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang mengandung nilai religius, sosial, dan budaya. Tradisi ini menjadi pengingat pentingnya bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT sekaligus menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, Baritan juga menjadi salah satu identitas budaya yang terus dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal Padukuhan Kalisonggo.

Melalui penyelenggaraan Tradisi Baritan tahun 2026 ini, diharapkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Dengan demikian, tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Padukuhan Kalisonggo ini tetap lestari dan menjadi perekat persatuan warga di masa mendatang.

Posting Komentar